Nunik datang kembali ke kota tempat ia dibesarkan, dengan harapan akan dapat melupakan kepahitan yang dialaminya di Jakarta. Di kota itu pulalah ia berharap orang akan dapat memakluminya dan menerima perceraiannya dengan Hardiman yang mengkhianatinya itu. Dan di kota itu ia juga berharap dimengerti oleh Wawan, teman mainnya, bahkan pelindung dan pengawalnya dulu semasa ia masih kecil.